Toko Kita menyediakan perlengkapan alat tulis

Posted on 05.07


Posted on 17.05

1.      PKI Madiun (18 Desember 1948)
a.       Latar Belakang
Setelah perundingan renville, Perdana Menteri Amir Syarifudin menyerahkan mandatnya dan menjadi oposisi. Membentuk Republik Soviet Indonesia.
Amir Syarifuddin mengecam hasil Perjanjian Renville dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang dibentuk pada tanggal 26 Februari 1948 di Surakarta, Front ini menyatukan semua golongan sosialis kiri dan komunis. Kekuatan PKI makin bertambah besar setelah kedatangan Musso dari Uni Soviet. Muso menyusun doktrin PKI dengan nama Jalan Baru dengan dibentuknya Front Nasional, yaitu penggabungan segala kekuatan sosial, politik, dan perorangan yang berjiwa antiimperialistis dan untuk menjamin kelangsungan Front Nasional maka dibentuklah Kabinet Front Nasional yang terdiri dari PKI, Partai Sosialis, dan Partai Buruh Indonesia. Selain itu, didukung pula oleh Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Insiden di Delanggu menjadi insiden bersenjata di kota Surakarta antara pendukung Front Demokrasi Rakyat dengan kelompok Tan Malaka yang bergabung dalam Gerakan Revolusi Rakyat, maupun dengan pasukan hijrah TNI. Insiden-insiden memang telah direncanakan oleh PKI yang bertujuan daerah Surakarta dijadikan daerah kacau ( wild west), sedangkan daerah Madiun dijadikan basis gerilya. Aksi PKI memuncak pada tanggal 18 September 1948 dengan ditandai para tokoh PKI mengumumkan berdirinya Soviet Republik Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia hasil Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan ajaran komunis. Panglima Besar Jenderal Soedirman langsung mengeluarkan perintah untuk merebut Madiun kembali. Panglima Besar Jenderal Soedirman memerintahkan Kolonel Gatot Subroto dari Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono dari Jawa Timur untuk memimpin penumpasan terhadap kaum pemberontak. Musso akhirnya tertembak mati, dan Amir Syarifuddin berhasil ditangkap dihutan Ngrambe, Grobogan, Purwodadi dan kemudian dihukum mati di Yogyakarta. Pemberontakan PKI di Madiun telah berhasil ditumpas, namun bangsa Indonesia masih harus menghadapi Belanda yang berusaha menegakkan kembali Pemerintahannya di Indonesia.
b.      Tokoh-tokoh : Muso, Kalono, Joko Suyono dan Letkol Dahlan
c.       Pemberontakan dan Penumpasan
Pemerintah melakukan penumpasan dengan Gerakan Operasi Militer (GOM) tgl 30 September 1948.
2.      Gerakan Darul Islam / Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
a.      Jawa Barat
1.      Latar Belakang
-    Keinginan untuk mendirikan negara Islam di Indonesia.
-    Penolakan terhadap isi perjanjian Renville tentang pemerintah melakukan hijrah. Pasukan TNI hijrah dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.
-    Mendirikan Darul Islam (DI)
-    Membentuk pasukan Tentara Islam Indonesia.
-    Sehingga muncul keinginan mendirikan Negara islam Indonesia.
-    Mengumandangkan proklamasi dan Sukarmaji Marijan Kartosuwirya sebagai kepala negaranya.
-    Isi proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits".
-    Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan syari'at Islam, dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum kafir", sesuai dalam Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.
Bismillahirrahmanirrahim
Asyhaduan Lailaha illallah, wa asyhaduanna
Muhammadarrasulullah
Kami Ummat Islam Bangsa Indonesia menyatakan berdirinya
Negara Islam Indonesia.Maka Hukum yang berlaku atas
Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar


Madinah - Indonesia, 12 Syawal 1368 H
7 Agustus 1949M
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA
SEKARMAJI MARIJAN KARTOSOEWIRJO
Pada waktu Soekarno bersama tentara Republik pindah ke Yogyakarta sebagai akibat dari perjanjian Renville, yang menyebutkan bahwa wilayah Indonesia hanya tinggal Yogya dan sekitanya saja, dan wilayah yang masih tersisa itu pun, dipersengketakan antara Belanda dan Indonesia, sehingga pada waktu itu nyaris Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah tidak ada lagi. Dan yang ada hanyalah negara-negara serikat, baik yang sudah terbentuk, atau pun yang masih dalam proses melengkapi syarat-syarat kenegaraan. Seperti Jawa Barat, ketika itu dianjurkan oleh Belanda supaya membentuk Negara Pasundan, namun belum terbentuk sama sekali,karenabelumadanyakelengkapan
Ketika segala peristiwa yang telah disebutkan di atas, menggelayuti atmosfir politik Nusantara, pada saat itu Indonesia dalam keadaan vacuum of power. Pada saat itulah, Soekarno memerintahkan semua pasukan untuk pindah ke Yogyakarta berdasarkan perjanjian Renville. Guna memberi legitimasi Islami, dan untuk rnenipu umat Islam Indonesia dalam memindahkan pasukan ke Yogya, Soekarno telah memanipuiasi terminologi al-Qur'an dengan menggunakan istilah "Hijrah" untuk menyebut pindahnya pasukan Republik, sehingga nampak Islami dan tidak terkesan melarikan diri. Namun S.M. Kartosuwiryo dengan pasukannya tidak mudah tertipu, dan menolak untuk pindah ke Yogya. Bahkan bersama pasukannya, ia berusaha mempertahankan wilayah jawa Barat, dan menamakan Soekarno dan pasukannya sebagai pasukan liar yang kabur dari medan perang.
2.      Tokoh-tokoh : Sukarmaji Marijan Kartosuwirjo.
3.      Pemberontakan dan Penumpasan
Pemerintah melakukan penumpasan dengan operasi pagar betis (pasukan gabungan rakyat berantas tentara islam) di gunung Geber oleh pasukan TNI dengan rakyat

b.      Kalimantan Selatan
1.      Tokoh-tokoh : Ibnu Hajar
2.      Pemberontakan dan Penumpasan : pemberontakan meletus pada 1950, Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT) dan menyatakan bergabung dengan DI TII SM Kartosuwirjo. Ditumpas oleh kesatuan TNI dari Kalsel diantaranya Kesatuan Lambung Mangkurat dipimpin Letkol Hasan Basri.

c.       Jawa Tengah
1.      Latar Belakang : Semula setia pada RI, namun kemudian berubah mendukung Gerakan DI/TII, alasan berubah :
-    Persamaan ideologi antara Amir Fatah & S.M. Kartosuwirjo : pendukung setia Ideologi Islam.
-    Amir Fatah dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam.
-    adanya pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah Tegal-Brebes (kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus diserahkan kepada TNI di bawah Wongsoatmojo)
-    adanya perintah penangkapan dirinya oleh Mayor Wongsoatmojo
2.      Tokoh-tokoh : Amir Fatah
3.      Pemberontakan dan Penumpasan : Gerakan menyebar ke Brebes, Tegal, Pekalongan. Pada tahun 1955 dapat ditumpas oleh Gerakan Banteng Negara.
4.      Tokoh-tokoh : Muhammad Mahfu’ah Abdurrahman/Kyai Somolangu.
5.      Pemberontakan dan Penumpasan : Gerakan menyebar ke Kebumen, Kudus, Magelang tahun 1951 oleh batalyon 426, bergabung dengan DI TII Kartosuwirjo, dan mendapat tambahan pasukan MMC (Merapi Merbabu Complex). Pada tahun 1955 dapat ditumpas oleh Operasi Merdeka Timur oleh Brigade Pragolo dibawah pimpinan Letkol Soeharto. Sedangkan pembersihan sisa-sisa anggotanya dilakukan oleh pasukan Banteng Reiders.

d.      Sulawesi Selatan
1.      Latar Belakang : Keinginan Kahar Muzakar untuk menempatkan laskar rakyat Sulsel ke dalam APRIS di Sulsel.
2.      Tokoh-tokoh : Kahar Muzakar
3.      Pemberontakan dan Penumpasan : Karena permintaannya ditolak oleh pemerintah pusat, akhirnya tanggal 17 agustus 1951 melarikan diri ke hutan. Dan tahun 1952 menyatkan bahwa Sulsel bergabung dengan negara islam indonesia Kartosuwiryo. Bulan februari ditangkap beserta pengikutnya.

e.       Aceh
1.      Latar Belakang : tahun 1949 pemerintah memberi Aceh status ”daerah istimewa”. Namun pada tahun 1950 diturunkan statusnya menjadi daerah karesidenan di bawah propinsi Sumatera Utara. Daud Beureueh tidak terima lalu bergabung dengan NII Kartosuwiryo.
2.      Tokoh-tokoh : Daud Beureueh (Gubernur pada masa kemerdekaan)
3.      Pemberontakan dan Penumpasan : tanggal 17-28 Desember 1962 diselenggerakan Musyawarah Kerukunan Rakyat atas inisiatis Kolonel Yasin, Pangdam I dan tokoh-tokoh masayarakat lainnya.





3.      Pemberontakan Andi Aziz Di Makassar
a.       Latar Belakang : Penolakan terhadap masuknya pasukan APRIS(Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) dari unsur TNI ke Sulsel.
b.      Tokoh-tokoh : Kapten Andi Aziz (komandan kompi APRIS mantan anggota KNIL)
c.       Pemberontakan dan Penumpasan :
-    tanggal 30 maret 1950 bergabung dengan APRIS dibawah pimpinan Letkol Mokoginta.
-    RIS mengirimkan 900 pasukan APRIS dari TNI ke Makassar (Mayor H.V Worang).
-    Timbul ketidakpuasan pada mantan pasukan KNIL karena takut terdesak oleh APRIS TNI.
-    Mereka bergabung dan membentuk ”pasukan bebas”.
-    Pemberontakan terjadi tgl 5 April 1950, menyerang markas TNI di Makassar. TNI kalah jumlah sehingga berhasil dikalahkan Andi Aziz, para perwira dan Letkol Mokoginta jadi tawanan.
-    Tgl 8 April 1950 pemerintah RIS mengeluarkan ultimatum : dalam 4x24 jam Andi Aziz harus melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bila tidak dicap sebagai pemberontak, Andi Aziz baru melapor tgl 15 atas desakan Sukawati (Presiden NIT),  21 April NIT bergabung dengan negara kesatuan RI.
-    Untuk mengatasi keadaan di Makasar, dikirim pasukan ekspedisi oleh Kolonel Alex Evert.Kawilarang dan H.V.Worang.
-    Tgl 15 Mei 1950 terjadi bentrokan antara APRIS-KNIL(Koni nklijke Nederlands Indische Leger/tentara kolonial Belanda).
-    Perundingan antara Jenderal Scheffelar dari KNIL dan Kolonel A.E.Kawilarang. KNIL pergi dari Makassar.
-           
4.      Republik Maluku Selatan
a.       Latar Belakang : diproklamasikan merdeka pada 25 April 1950 dengan maksud untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur. Tidak puas dengan terjadinya proses kembalinya ke negara kesatuan setelah KMB.
b.      Tokoh-tokoh : Dr. Soumokil
c.       Pemberontakan dan Penumpasan : Soumokil memindahkan KNIL dan pasukan baret hijau (pasukan Komando- Bekas Pasukan Westerling).
d.      Usaha pemerintah untuk jalan damai dengan mengirim dr.Leimena ditolak, akhirnya ditumpas dengan senjata. Tugas penumpasan oleh pasukan ekspedisi APRIS A.E.Kawilarang. (Buru-seram barat(digunakan sbg markas APRIS TNI)-Ambon). Serangan ke Ambon dilakukan dua kali oleh Operasi Senopati I dan II(berhasil menguasai Ambon tgl 15nop1950).
e.       Tokoh2 pemberontak RMS melarikan diri ke pulau Saparua, Haruku, dan pedalaman Seram. Mereka mengacau selama 12thn. Tgl 2des1963 dr.Soumokil berhasil ditangkap ABRI di pulau Seram.

5.      PRRI/Permesta (Pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia dan Perjuangan Rakyat Semesta)
a.       Latar Belakang : tahun 1958 terjadi pergolakan politik(ketidakstabilan,korupsi,pertentangan pusat-daerah).
b.      Tokoh-tokoh : Kol. Dahlan Djambek, Letkol Ahmad Husein, Mr. Burhanuddin Harahap, Kolonel Maludin Simbolon, M.Natsir, Syarif Usman, Zulkifli Lubis, Syafruddin Prawiranegara.
c.       Pemberontakan dan Penumpasan : tgl 19 Jan1958 mereka mengadakan pertemuan untuk membentuk pemerintahan baru. Tgl 10feb1956 Ahmad Husein membacakan ultimatum pada pemerintah :
-  Dalam waktu 5x24jam kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada presiden atau presiden mencabut mandat kabinet Djuanda.
-  Presiden menegaskan pada Drs.Moh Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX untuk membentuk zaken kabinet (mengutamakan keahlian anggotanya dan bukan kabinet koalisi yang bersandar pada kekuatan partai-partai politik)
-  Meminta pada presiden untuk kembali pada kedudukannya sebagai presiden konstitusional.
d.      Pemerintah menolak ultimatum dan memecat anggota militer yang terlibat, terjadi pemberontakan. Diawali dengan pembentukan dewan-dewan di daerah –daerah pada tahun 1956 (Dewan Banteng, Dewan Gajah, Dewan Garuda, Dewan Manguni/burung hantu, Dewan Lembu Mangkurat) dan bergabung menjadi Republik Persatuan Indonesia.(RPI).
e.       Tgl 15feb1958, Ahmad Hussein dengan Syafruddin Prawiranegara memproklamirkan berdirinya PRRI/Permesta. Pusatnya di bukittinggi
f.       Upaya pemerintah adalah :
-  Operasi Tegas
Menguasai Riau. Pemimpinnya adalah Letkol Kaharudin Nasution. Tujuannya adalah mengamankan instansi-instansi minyak asing di daerah tersebut dan untuk mencegah campurtangan asing sebagai usaha untuk menyelamatkan negara dan miliknya. Pekanbaru berhasil dikuasai tgl 12 maret 1958
-  Operasi 17 Agustus
Dilaksanakan di Sumbar.Pemimpinnya adalah Kolonel Ahmad Yani. Berhasil menguasai padang tgl 17april 1958. dan bukit tinggi tgl 4mei 1958.
-  Operasi Saptamarga
Dipimpin brigadir jenderal djatikusumo. Wilayahnya adalah sumut.
-  Operasi Sadar
Sumsel. Dipimpin letkol ibnu soetowo.


SEJARAH

Diberdayakan oleh Blogger.