1.
PKI Madiun (18 Desember
1948)
a. Latar Belakang
Setelah perundingan renville,
Perdana Menteri Amir Syarifudin menyerahkan mandatnya dan menjadi oposisi.
Membentuk Republik Soviet Indonesia.
Amir Syarifuddin mengecam hasil Perjanjian
Renville dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang dibentuk
pada tanggal 26 Februari 1948 di Surakarta, Front ini menyatukan semua golongan
sosialis kiri dan komunis. Kekuatan PKI makin bertambah besar setelah
kedatangan Musso dari Uni Soviet. Muso menyusun doktrin PKI dengan nama “Jalan Baru” dengan dibentuknya Front Nasional, yaitu penggabungan
segala kekuatan sosial, politik, dan perorangan yang berjiwa antiimperialistis
dan untuk menjamin kelangsungan Front Nasional maka dibentuklah Kabinet Front
Nasional yang terdiri dari PKI, Partai Sosialis, dan Partai Buruh Indonesia. Selain itu, didukung pula oleh Sentral
Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI).
Insiden di Delanggu menjadi insiden bersenjata di kota
Surakarta antara pendukung Front Demokrasi Rakyat dengan kelompok Tan Malaka
yang bergabung dalam Gerakan Revolusi Rakyat, maupun dengan pasukan hijrah TNI.
Insiden-insiden memang telah direncanakan oleh PKI yang bertujuan daerah
Surakarta dijadikan daerah kacau ( wild west), sedangkan daerah Madiun
dijadikan basis gerilya. Aksi PKI memuncak pada tanggal 18 September 1948
dengan ditandai para tokoh PKI mengumumkan berdirinya Soviet Republik
Indonesia. Tindakan itu bertujuan untuk meruntuhkan Republik Indonesia hasil
Proklamasi 17 Agustus 1945 yang berdasarkan Pancasila dan menggantinya dengan
ajaran komunis. Panglima Besar Jenderal Soedirman langsung mengeluarkan
perintah untuk merebut Madiun kembali. Panglima Besar Jenderal Soedirman
memerintahkan Kolonel Gatot Subroto dari Jawa Tengah dan Kolonel Sungkono dari
Jawa Timur untuk memimpin penumpasan terhadap kaum pemberontak. Musso akhirnya
tertembak mati, dan Amir Syarifuddin berhasil ditangkap dihutan Ngrambe,
Grobogan, Purwodadi dan kemudian dihukum mati di Yogyakarta. Pemberontakan PKI
di Madiun telah berhasil ditumpas, namun bangsa Indonesia masih harus
menghadapi Belanda yang berusaha menegakkan kembali Pemerintahannya di
Indonesia.
b. Tokoh-tokoh : Muso,
Kalono, Joko Suyono dan Letkol Dahlan
c. Pemberontakan dan
Penumpasan
Pemerintah melakukan penumpasan
dengan Gerakan Operasi Militer (GOM) tgl 30 September 1948.
2.
Gerakan Darul Islam /
Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
a.
Jawa Barat
1. Latar Belakang
- Keinginan untuk
mendirikan negara Islam di Indonesia.
- Penolakan terhadap isi
perjanjian Renville tentang pemerintah melakukan hijrah. Pasukan TNI hijrah
dari Jawa Barat ke Jawa Tengah.
- Mendirikan Darul Islam
(DI)
-
Membentuk pasukan
Tentara Islam Indonesia.
-
Sehingga muncul
keinginan mendirikan Negara islam Indonesia.
- Mengumandangkan
proklamasi dan Sukarmaji Marijan Kartosuwirya sebagai kepala negaranya.
-
Isi proklamasinya bahwa "Hukum
yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas
lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan
Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah Al Quran dan Hadits".
-
Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan
tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan
syari'at Islam, dan penolakan yang
keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut
dengan "hukum kafir", sesuai dalam
Qur'aan Surah 5. Al-Maidah, ayat 50.
Bismillahirrahmanirrahim
Asyhaduan Lailaha illallah, wa asyhaduanna
Muhammadarrasulullah
Kami Ummat Islam Bangsa Indonesia menyatakan berdirinya
Negara Islam Indonesia.Maka Hukum yang berlaku atas
Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar
Madinah - Indonesia, 12 Syawal 1368 H
7 Agustus 1949M
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA
SEKARMAJI MARIJAN KARTOSOEWIRJO
Asyhaduan Lailaha illallah, wa asyhaduanna
Muhammadarrasulullah
Kami Ummat Islam Bangsa Indonesia menyatakan berdirinya
Negara Islam Indonesia.Maka Hukum yang berlaku atas
Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar
Madinah - Indonesia, 12 Syawal 1368 H
7 Agustus 1949M
Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia
IMAM NEGARA ISLAM INDONESIA
SEKARMAJI MARIJAN KARTOSOEWIRJO
Pada waktu Soekarno bersama
tentara Republik pindah ke Yogyakarta sebagai akibat dari perjanjian Renville,
yang menyebutkan bahwa wilayah Indonesia hanya tinggal Yogya dan sekitanya
saja, dan wilayah yang masih tersisa itu pun, dipersengketakan antara Belanda
dan Indonesia, sehingga pada waktu itu nyaris Negara Kesatuan Republik
Indonesia sudah tidak ada lagi. Dan yang ada hanyalah negara-negara serikat,
baik yang sudah terbentuk, atau pun yang masih dalam proses melengkapi
syarat-syarat kenegaraan. Seperti Jawa Barat, ketika itu dianjurkan oleh
Belanda supaya membentuk Negara Pasundan, namun belum terbentuk sama
sekali,karenabelumadanyakelengkapan
Ketika segala peristiwa yang telah disebutkan di atas, menggelayuti atmosfir politik Nusantara, pada saat itu Indonesia dalam keadaan vacuum of power. Pada saat itulah, Soekarno memerintahkan semua pasukan untuk pindah ke Yogyakarta berdasarkan perjanjian Renville. Guna memberi legitimasi Islami, dan untuk rnenipu umat Islam Indonesia dalam memindahkan pasukan ke Yogya, Soekarno telah memanipuiasi terminologi al-Qur'an dengan menggunakan istilah "Hijrah" untuk menyebut pindahnya pasukan Republik, sehingga nampak Islami dan tidak terkesan melarikan diri. Namun S.M. Kartosuwiryo dengan pasukannya tidak mudah tertipu, dan menolak untuk pindah ke Yogya. Bahkan bersama pasukannya, ia berusaha mempertahankan wilayah jawa Barat, dan menamakan Soekarno dan pasukannya sebagai pasukan liar yang kabur dari medan perang.
Ketika segala peristiwa yang telah disebutkan di atas, menggelayuti atmosfir politik Nusantara, pada saat itu Indonesia dalam keadaan vacuum of power. Pada saat itulah, Soekarno memerintahkan semua pasukan untuk pindah ke Yogyakarta berdasarkan perjanjian Renville. Guna memberi legitimasi Islami, dan untuk rnenipu umat Islam Indonesia dalam memindahkan pasukan ke Yogya, Soekarno telah memanipuiasi terminologi al-Qur'an dengan menggunakan istilah "Hijrah" untuk menyebut pindahnya pasukan Republik, sehingga nampak Islami dan tidak terkesan melarikan diri. Namun S.M. Kartosuwiryo dengan pasukannya tidak mudah tertipu, dan menolak untuk pindah ke Yogya. Bahkan bersama pasukannya, ia berusaha mempertahankan wilayah jawa Barat, dan menamakan Soekarno dan pasukannya sebagai pasukan liar yang kabur dari medan perang.
2. Tokoh-tokoh : Sukarmaji
Marijan Kartosuwirjo.
3. Pemberontakan dan
Penumpasan
Pemerintah melakukan penumpasan
dengan operasi pagar betis (pasukan gabungan rakyat berantas tentara islam) di
gunung Geber oleh pasukan TNI dengan rakyat
b.
Kalimantan Selatan
1. Tokoh-tokoh : Ibnu Hajar
2. Pemberontakan dan
Penumpasan : pemberontakan meletus pada 1950, Kesatuan Rakyat Yang Tertindas
(KRYT) dan menyatakan bergabung dengan DI TII SM Kartosuwirjo. Ditumpas oleh
kesatuan TNI dari Kalsel diantaranya Kesatuan Lambung Mangkurat dipimpin Letkol
Hasan Basri.
c.
Jawa Tengah
1. Latar Belakang : Semula setia pada RI, namun kemudian berubah mendukung
Gerakan DI/TII, alasan berubah :
- Persamaan ideologi
antara Amir Fatah & S.M. Kartosuwirjo : pendukung setia Ideologi Islam.
- Amir Fatah
dan para pendukungnya menganggap bahwa aparatur Pemerintah RI dan TNI yang
bertugas di daerah Tegal-Brebes telah terpengaruh oleh "orang-orang
Kiri", dan mengganggu perjuangan umat Islam.
- adanya
pengaruh "orang-orang Kiri" tersebut, Pemerintah RI dan TNI tidak
menghargai perjuangan Amir Fatah dan para pendukungnya selama itu di daerah
Tegal-Brebes (kekuasaan yang telah dibinanya sebelum Agresi Militer II, harus
diserahkan kepada TNI di bawah Wongsoatmojo)
3. Pemberontakan dan
Penumpasan : Gerakan menyebar ke Brebes, Tegal, Pekalongan. Pada tahun 1955
dapat ditumpas oleh Gerakan Banteng Negara.
4. Tokoh-tokoh : Muhammad
Mahfu’ah Abdurrahman/Kyai Somolangu.
5. Pemberontakan dan
Penumpasan : Gerakan menyebar ke Kebumen, Kudus, Magelang tahun 1951 oleh
batalyon 426, bergabung dengan DI TII Kartosuwirjo, dan mendapat tambahan
pasukan MMC (Merapi Merbabu Complex). Pada tahun 1955 dapat ditumpas oleh
Operasi Merdeka Timur oleh Brigade Pragolo dibawah pimpinan Letkol Soeharto. Sedangkan
pembersihan sisa-sisa anggotanya dilakukan oleh pasukan Banteng Reiders.
d.
Sulawesi Selatan
1. Latar Belakang :
Keinginan Kahar Muzakar untuk menempatkan laskar rakyat Sulsel ke dalam APRIS
di Sulsel.
3. Pemberontakan dan
Penumpasan : Karena permintaannya ditolak oleh pemerintah pusat, akhirnya
tanggal 17 agustus 1951 melarikan diri ke hutan. Dan tahun 1952 menyatkan bahwa
Sulsel bergabung dengan negara islam indonesia Kartosuwiryo. Bulan februari
ditangkap beserta pengikutnya.
e.
Aceh
1. Latar Belakang : tahun
1949 pemerintah memberi Aceh status ”daerah istimewa”. Namun pada tahun 1950
diturunkan statusnya menjadi daerah karesidenan di bawah propinsi Sumatera Utara.
Daud Beureueh tidak terima lalu bergabung dengan NII Kartosuwiryo.
2. Tokoh-tokoh : Daud
Beureueh (Gubernur pada masa kemerdekaan)
3. Pemberontakan dan
Penumpasan : tanggal 17-28 Desember 1962 diselenggerakan Musyawarah Kerukunan
Rakyat atas inisiatis Kolonel Yasin, Pangdam I dan tokoh-tokoh masayarakat
lainnya.
3.
Pemberontakan Andi Aziz
Di Makassar
a. Latar Belakang : Penolakan
terhadap masuknya pasukan APRIS(Angkatan Perang Republik
Indonesia Serikat) dari unsur TNI ke Sulsel.
b. Tokoh-tokoh : Kapten Andi
Aziz (komandan kompi APRIS mantan anggota KNIL)
c. Pemberontakan dan
Penumpasan :
- tanggal 30 maret 1950
bergabung dengan APRIS dibawah pimpinan Letkol Mokoginta.
- RIS mengirimkan 900
pasukan APRIS dari TNI ke Makassar (Mayor H.V Worang).
- Timbul ketidakpuasan pada
mantan pasukan KNIL karena takut terdesak oleh APRIS TNI.
- Mereka bergabung dan
membentuk ”pasukan bebas”.
- Pemberontakan terjadi tgl
5 April 1950, menyerang markas TNI di Makassar. TNI kalah jumlah sehingga
berhasil dikalahkan Andi Aziz, para perwira dan Letkol Mokoginta jadi tawanan.
- Tgl 8 April 1950
pemerintah RIS mengeluarkan ultimatum : dalam 4x24 jam Andi Aziz harus
melaporkan diri ke Jakarta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, bila
tidak dicap sebagai pemberontak, Andi Aziz baru melapor tgl 15 atas desakan
Sukawati (Presiden NIT), 21 April NIT
bergabung dengan negara kesatuan RI.
- Untuk mengatasi keadaan
di Makasar, dikirim pasukan ekspedisi oleh Kolonel Alex Evert.Kawilarang
dan H.V.Worang.
- Tgl 15 Mei 1950 terjadi
bentrokan antara APRIS-KNIL(Koni nklijke Nederlands Indische
Leger/tentara kolonial Belanda).
- Perundingan antara
Jenderal Scheffelar dari KNIL dan Kolonel A.E.Kawilarang. KNIL pergi dari
Makassar.
-
4.
Republik Maluku Selatan
a.
Latar Belakang : diproklamasikan merdeka pada
25 April 1950 dengan
maksud untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur. Tidak puas dengan
terjadinya proses kembalinya ke negara kesatuan setelah KMB.
c. Pemberontakan
dan Penumpasan : Soumokil memindahkan KNIL dan pasukan baret hijau (pasukan Komando-
Bekas Pasukan Westerling).
d. Usaha pemerintah untuk
jalan damai dengan mengirim dr.Leimena ditolak, akhirnya ditumpas dengan
senjata. Tugas penumpasan oleh pasukan ekspedisi APRIS A.E.Kawilarang. (Buru-seram
barat(digunakan sbg markas APRIS TNI)-Ambon). Serangan ke Ambon dilakukan dua
kali oleh Operasi Senopati I dan II(berhasil menguasai Ambon tgl 15nop1950).
e. Tokoh2 pemberontak RMS
melarikan diri ke pulau Saparua, Haruku, dan pedalaman Seram. Mereka mengacau
selama 12thn. Tgl 2des1963 dr.Soumokil berhasil ditangkap ABRI di pulau Seram.
5.
PRRI/Permesta (Pemberontakan
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia dan Perjuangan Rakyat Semesta)
a. Latar Belakang : tahun
1958 terjadi pergolakan politik(ketidakstabilan,korupsi,pertentangan
pusat-daerah).
b. Tokoh-tokoh : Kol. Dahlan
Djambek, Letkol Ahmad Husein, Mr. Burhanuddin Harahap, Kolonel Maludin
Simbolon, M.Natsir, Syarif Usman, Zulkifli Lubis, Syafruddin Prawiranegara.
c. Pemberontakan dan
Penumpasan : tgl 19 Jan1958 mereka mengadakan pertemuan untuk membentuk
pemerintahan baru. Tgl 10feb1956 Ahmad Husein membacakan ultimatum pada
pemerintah :
- Dalam waktu 5x24jam
kabinet Djuanda menyerahkan mandat kepada presiden atau presiden mencabut
mandat kabinet Djuanda.
- Presiden menegaskan pada
Drs.Moh Hatta dan Sultan Hamengku Buwono IX untuk membentuk zaken kabinet
(mengutamakan keahlian anggotanya dan bukan kabinet koalisi yang bersandar pada
kekuatan partai-partai politik)
- Meminta pada presiden
untuk kembali pada kedudukannya sebagai presiden konstitusional.
d. Pemerintah menolak
ultimatum dan memecat anggota militer yang terlibat, terjadi pemberontakan.
Diawali dengan pembentukan dewan-dewan di daerah –daerah pada tahun 1956 (Dewan
Banteng, Dewan Gajah, Dewan Garuda, Dewan Manguni/burung hantu, Dewan Lembu
Mangkurat) dan bergabung menjadi Republik Persatuan Indonesia.(RPI).
e. Tgl 15feb1958, Ahmad
Hussein dengan Syafruddin Prawiranegara memproklamirkan berdirinya
PRRI/Permesta. Pusatnya di bukittinggi
f. Upaya pemerintah adalah :
- Operasi Tegas
Menguasai Riau. Pemimpinnya
adalah Letkol Kaharudin Nasution. Tujuannya adalah mengamankan instansi-instansi
minyak asing di daerah tersebut dan untuk mencegah campurtangan asing sebagai
usaha untuk menyelamatkan negara dan miliknya. Pekanbaru berhasil dikuasai tgl
12 maret 1958
- Operasi 17 Agustus
Dilaksanakan di
Sumbar.Pemimpinnya adalah Kolonel Ahmad Yani. Berhasil menguasai padang tgl
17april 1958. dan bukit tinggi tgl 4mei 1958.
- Operasi Saptamarga
Dipimpin brigadir jenderal
djatikusumo. Wilayahnya adalah sumut.
- Operasi Sadar
Sumsel. Dipimpin letkol ibnu
soetowo.
Langganan:
Komentar (Atom)

